• Header Web2
  • Header Web1
  • Header Web
  • Header Web3

Selamat Datang di Website Resmi UPTD SMPN 1 SAMPANG Tahun Pelajaran 2021/2022

INFO KELULUSAN SISWA 2021

E-Pilketos

    animasi-bergerak-tanda-tombol-klik-di-sini-0042

    Banner

    Jajak Pendapat

    Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
    Sangat bagus
    Bagus
    Kurang Bagus
      Lihat

    Agenda

    18 May 2022
    M
    S
    S
    R
    K
    J
    S
    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7
    8
    9
    10
    11
    12
    13
    14
    15
    16
    17
    18
    19
    20
    21
    22
    23
    24
    25
    26
    27
    28
    29
    30
    31
    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7
    8
    9
    10
    11

    Status Member

    Silabus

    Materi Uji Terbaru

    Materi Ajar Terbaru

    Berbagi Ilmu yang Sedikit, Serunya Membukit




    Berbagi Ilmu yang Sedikit, Serunya Membukit

    Oleh: Ali Harsojo (Pegiat Literasi Asal Kota Sumenep)

    Takdir tidak bisa disangka. Keajaiban Allah, Tuhan Semesta Alam juga tak dapat diterka. Tetapi, ketentuanNya haruslah kita syukuri. Sebab, bersyukur berarti ibadah. Bersyukur akan menambah ketebalan iman dan kebaikan, insyaAllah.

    Siang yang tenang, meski matahari bersinar terak. Teriknya menyinari kota Sampang, Madura. Kota Bahari yang memukau. Kota di antara Kabupaten Bangkalan dan Pamekasan. Sampang dengan segala potensinya, tentu sangat dirindukan.

    Yah, di kota inilah, saya mendapat kesempatan berbagi. Berbagi sedikit ilmu yang mungkin masih ada. Meski sedikit, tetapi semoga dapat memberi manfaat dan berkah. Amin.

    Berawal bincang santai via WA dengan bu Novi, gurusianer keren dari Sampang ini. Ternyata beliau mengajar di SMP 1 Sampang. Berbisik tentang literasi, nyambung dengan kebutuhan sekolah tentang geliat literasi. Tentu, kabar baik yang saya terima. Berbagi.

    Jelasnya, berdasarkan hasil rapat dengan kepala sekolah, saya diminta untuk berbagi pengalaman tentang literasi. Khususnya literasi guru dalam hal menulis. Memulai menulis agar terbiasa menulis, dan terus menulis. Sebab, seringkali kita mengalami fluktuatif dalam menulis. Kadang rajin menulis atau bahkan tidak menulis sama sekali. Pasang surut geliat menulis memang kerap terjadi. Bisa menimpa siapa saja.

    Akhirnya, pamflet yang superkeren muncul juga. Bu Wahidah, gurusianer hebat yang mengupayakannya. Hati semakin menebal. Sebab, ternyata di sekolah itu telah banyak penulis yang lahir. Termasuk kepala sekolahnya yang hebat, pak Teguh. Kepala Sekolah juga telah menulis buku.

    Pertanyaan yang timbul dibenak saya, mengapa perlu dilatih menulis? Sementara sudah ada penulis. Sekolah juga siap memfasilitasi. Nah, benang merahnya harus ditemukan. Lalu harus mampu mencari solusi alternatif dan melaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

    Sebagaimana yang umum terjadi, bahwa pasang surut menulis memang seringkali dialami. Barangkali, saat ini sedang surut oleh waktu dan tenaga. Sebab, para guru juga harus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, mengajar.

    Oleh karena itulah, maka pelatihan atau workshop kali ini harus dilaksanakan semudah mungkin tetapi menghasilkan produk. Hingga akhirnya, materi diramu menjadi Menulis itu Mudah. Tentu strategi yang diterapkan benar-benar mengena dan tekniknya juga mudah.

    Berbekal selancar ke wesite sekolah, saya mengagumi SMP 1 Sampang yang super wah. Bangunannya megah, prestasi guru dan siswa melimpah, adiwiyata sangat baik dan banyak karya buku yang telah ditorehkan. Web nya cantik dan memukau. Banyak halaman yang perlu dikunjungi dan meninggalkan jejak sebagai tamu maya.

    Berarti, hanya penguatan kepekaan menulis saja yang harus disampaikan. Saling berbagi menjadi harapan ketika kegiatan berlangsung. Saling curhat tentang menulis saja.

    Pagi itu, saya datang. Decak kagum melihat sekolahnya seakan melupakan materi yang akan disampaikan. Sungguh luar biasa. Sambutan kepala sekolah dan guru sangat hangat. Penuh kekeluargaan. Saya diminta langsung menuju ruang kepala sekolah. Kami diskusi banyak hal, termasuk literasi.

    Waktunya, tiba. Sedianya acara akan dibuka oleh pejabat dari dinas Pendidikan. Tetapi, ada sesuatu yang tidak dapat ditinggalkan. Kepala sekolah membuka dengan semangat membara. Memotivasi guru untuk berliterasi, juga berkarya. Membahana.

    Tibalah acara yang ditunggu-tunggu. Saya maju saja menghadap peserta, guru yang luar biasa. Saya berbicara sesuai apa yang menjadi seharusnya. Mengingatkan Kembali tugas dan kewajiban guru. Sebagai upaya mengingatkan saya sendiri. Bahwa guru memiliki 4 kompetensi yang harus dikuasai. Termasuk kompetensi profesional.

    Materi yang saya sampaikan sederhana, tidak berat. Sebab, saya tak mampu memikul yang berat-berat. Awalnya saya berbagi tentang growth mind set. Lalu ada selingan atau intermezo untuk mengetahui tulisan genre apa yang paling diminati. Barulah materi inti. Menulis Sederhana, Ringan dan Mudah. Ngalir saja. Seperti menulis materi itu di blog gurusiana pada waktu lalu.

    Puncaknya, praktik. Guru diminta untuk merefleksi diri. Merenung dan memikirkan seorang siswa yang mereka kenal. Tuliskan Namanya. Catat kelebihan dan keunikannya. Serta tuliskan harapan yang akan diberikan pada siswa tersebut. Mudah, bukan? Mengapa mudah? Sebab, para guru telah mengajar dan berhadapan secara langsung dengan siswa tersebut.

    Maka, dalam sekejab, apra guru telah menemukan catatan penting. Nama siswa, alamat rumah, kelebihan, keunikan, harapan. Jadilah, out line untuk sebuah esai yang akan dinarasikan. Ketika diminta maju untuk presentasi, ternyata hebat luar biasa. Mereka mampu berbicara lebih dari 2 halaman (jika ditulis). Artinya, berbicara dengan dasar out line atau kerangka, memudahkan kita lurus dalam presentasi. Tinggal ditulis saja.

    Selanjutnya? Apa yang menjadi outline, tinggallah dikembangkan menjadi kalimat, paragraph dan wacana. Cukup tulis 600 kata saja. Kumpulkan via WA dan bukukan menjadi cerita inspiratif. Kemungkinan judul bukunya? Siswa Luar Biasa. Hebat, kan?
     
    Kemudian, sebagai tugas akhir untuk presentasi minggu depan (in 2), mereka juga diharapkan menulis pengalaman mengajar semasa pandemi. Sebagian peserta juga telah mempresentasikan out linenya. Sebab, out line harus ditulis di tempat workshop. Tentu, dikembangkan di rumah. Masih ada waktu seminggu.

    Bahagianya, ilmu yang sedikit, tetaoi serunya membukit. Banyak keceriaan hadir dalam momen tersebut. Hal yang lebih membanggakan, ternyata kepala sekolah menunggui para guru hingga acara selesai. Luar biasa, sekali lagi.

     

    Bila ingin memperkaya dan berkarya tulis Artikel silakan anda kunjungi: https://alee.gurusiana.id/




    Share This Post To :

    Kembali ke Atas

    Artikel Lainnya :




    Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

    Nama :

    E-mail :

    Komentar :

              

    Kode :


     

    Komentar :

    Pengirim : Ali Harsojo -  [alee.harsojo@gmail.com]  Tanggal : 11/07/2021
    Semoga senantiasa dapat belajar, berkarya dan berbagi manfaat.

    Marilah kunjungi blog sederhana: aleepenaku.com

    Pengirim : Sahi -  [sahi.abay@gmail.com]  Tanggal : 08/03/2021
    Mantab dan cukup inspiratif


       Kembali ke Atas